Image

Lomba Masak Ikan dan B2SA Kecamatan Ngoro, Ini Pemenangnya

Dibaca 490 kali

IM.com Tim Penggerak PKK Kecamatan Ngoro menggelar Lomba Cipta Menu Berimbang, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Pendopo Kecamatan Selasa (20/3-2018)

Ada 19 menu yang disajikan di atas meja untuk dinilai dewan juri yang dipimpin Ir. Tjandraningsih (pakar gizi) dan 4 juri lainnya. Ada empat penilaian meliputi Cita rasa dan kelezatan, penampilan dan cara penyajian, kreatifitas, dan kebersihan. Rata-rata peserta wakil desa sudah memenuhi itu, meski masih ada hal-hal penting yang patut dikritisi,” ungkap Tjandraningsih.

Masih menurut Tjandraningsih, masih banyak menu makanan yang kurang memperhatikan aspek perpaduan menunya. Seharusnya dalam penyajian lomba cipta menu ini, peserta harusnya menyediakan contoh untuk dicicipi rasanya oleh juri. Sehingga tak mengubah tatanan hidangannya.

Pada lomba cipta menu B2SA, Juara I diraih Desa Srigading. Juara II (Desa Wonosari). Juara III (Desa Watesnegoro). Juara Harapan I (Desa Tanjangrono), Harapan II (Desa Manduro) dan Harapan III diraih Desa Kesemen. Sedangkan di lomba cipta menu masak ikan, Juara I diraih Desa Srigading, Juara II Desa Wonosari, dan Juara III disabet Desa Bandarasri. Juara Harapan I dan II diraih Desa Jasem dan Desa Kembangsri.

Kesuksesan lomba cipta menu B2SA ini tak luput dari pantauan langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Ngoro, Nunung Sriwahyuni, S.Keb. Bagi istri Camat Ngoro M. Hidayat, SH., MH., itu, pemberdayaan potensi dan keterampilan PKK adalah skala prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Untuk kesekian kalinya, ibu-ibu pengurus PKK di wilayah kecamatan Ngoro sangat potensial. Beliau kumpulan perempuan kreatif dan berdaya. Itu terlihat dari hasil karya menu yang diikutkan lomba ini. Rata-rata sangat nikmat dan memenuhi unsur pemenuhan gizi keluarga,” ucap Nunung yang sehari-hari juga berkutat di bidang kesehatan itu.

Menurut Nunung, keterampilan yang dimiliki ibu-ibu PKK ini layak untuk dikembangkan. Aneka menu ciptaan ibu-ibu sangat variatif dan memiliki cita rasa tinggi. “Kan sayang kalau menu bagus dan berkualitas serta memiliki nilai kandungan gizi tinggi ini dibiarkan. Setelah ini akan saya koordinasikan ke pak Camat, bagaimana untuk mengembangkannya,” ujarnya. (use/uyo)

Link: